June 18, 2021
gerakan separatis

5 Gerakan Separatis yang Pernah Terjadi di Indonesia

Indonesia mempunyai wilayah yang sangat luas dan juga terdapat banyak adat serta budaya nya. Hal tersebut memanglah sudah menjadi sebuah hal yang selalu Indonesia banggakan, namun ternyata hal tersebut juga bisa menimbulkan ancaman apabila pemerintahan pusat tidak bisa berlaku adil kepada seluruh masyarakat yang ada di Indonesia yang ada di setiap daerah. 

Di Indonesia sendiri telah beberapa kali terjadi gerakan separatis atau gerakan untuk memisahkan diri dari Indonesia mulai dari negara ini berdiri. Di bawah ini ada beberapa diantaranya. 

1. Negara Islam Indonesia (NII)

NII merupakan suatu kelompok Islam yang ada di Indonesia yang memiliki tujuan sendiri untuk membentuk negara ini menjadi sebuah negara Islam. Gerakan NII ini dimulai pada tanggal 7 Agustus di tahun 1942 yang diketuai oleh seorang politisi bernama Kartosoewirjo dan Muslim Sekarmadji di Tasikmalaya, Jawa Barat. 

Ternyata gerakan NII ini mempunyai pengaruh yang luas sekali sampai ke Aceh, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah hingga Sulawesi Selatan. Pada saat ini, tidak ada yang setuju dari seluruh komponen bangsa mengenai perjanjian Renville yang pada saat itu dirasa hanya akan merugikan bangsa dan juga NII ini. 

Oleh sebab itulah, akhirnya Kartosoewirjo memproklamasikan berdirinya Negara Islam Indonesia ini, sehingga pada saat itu menimbulkan perpecahan dan berakhir dengan Kartosoewirjo dieksekusi dan ditangkap. 

2. PRRI 

Gerakan PRRI pertama kali dideklarasikan pada tanggal 14 Februari 1958 dengan adanya ultimatum dari Dewan Perjuangan yang dipimpin langsung oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein dan berlokasi di Padang, Sumatera Barat. Gerakan PRRI ini ternyata sudah mendapatkan dukungan dan juga sambutan hangat dari Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara. 

Sebenarnya gerakan ini ada tidak hanya memiliki tujuan untuk membuat negara baru saja atau melakukan pemberontakan. Namun lebih dari itu karena gerakan ini sebagai bentuk protes mengenai bagaimana keinginan adanya otonomi daerah dan konstitusi dijalankan pada waktu itu. 

Selain itu, gerakan tersebut bisa terjadi sebab adanya rasa kecewa dari daerah kepada pemerintahan di pusat yang dirasa tidak cukup adil untuk melakukan pembangunan di daerah. Akhirnya gerakan ini dianggap menjadi sebuah gerakan pemberontak oleh pemerintah pusat. 

Sebab menganggap ultimatum itu sebagai sebuah proklamasi untuk pemerintahan tandingan. Lalu, akhirnya gerakan PRRI ini dibubarkan dengan menggunakan kekuatan militer besar yang ada di Indonesia. 

3. Permesta 

Perjuangan Rakyat Semesta atau biasa dikenal dengan Permesta ini merupakan salah satu gerakan militer yang pada saat itu dideklarasikan langsung oleh pemimpin militer dan sipil Indonesia di bagian timur pada tanggal 2 Maret 1957 oleh Letkol Ventje Sumual. 

Pemberontakan tersebut terjadi sebab masyarakat merasa jika kebijakan pemerintahan yang ada di Jakarta dilihat seperti stagnan untuk pemenuhan ekonomi lokal saja, tetapi membatasi kesempatan untuk pengembangan di daerah regional pada daerah lainnya. 

Tidak sampai disitu saja, ada masalah lain yang muncul sebab ketidak seimbangan dari kekuatan politik pada saat itu. Di masa itu masyarakat dirasa paling banyak serta paling memiliki pengaruh untuk negara kesatuan Indonesia yang saat itu baru dibentuk. 

Sebenarnya konflik ini hanya mempunyai sedikit masalah mengenai pemisahan diri, tetapi lebih menitikberatkan mengenai pembagian ekonomi dan politik yang lebih adil lagi di Indonesia. 

4. Gerakan Aceh Merdeka (GAM) 

Gerakan Aceh Merdeka atau biasa dikenal dengan GAM merupakan sebuah organisasi yang memiliki tujuan untuk melepaskan diri dari NKRI. Gerakan GAM ini telah ada sejak akhir tahun 1976 atau lebih tepatnya sejak tanggal 4 Desember, yang di inisiatori langsung oleh Hasan di Tiro. 

Tetapi, pada waktu itu mereka menggunakan nama Aceh Merdeka (AM) yang menjadi nama resminya. GAM ini ada tidak hanya untuk mewujudkan cita-cita untuk membuat negara yang berlandaskan Islam saja, namun juga ada faktor lain yaitu adanya ketimpangan ekonomi antara daerah dan juga pusat. 

Padahal sebenarnya Aceh sendiri mempunyai kontribusi yang besar untuk meningkatkan ekonomi di Indonesia.  

5. Republik Maluku Selatan (RMS) 

RMS yaitu salah satu republik yang ada di kepulauan Maluku yang ada sejak 25 April 1950. Pada waktu itu pihak dari kontra-revolusioner sangat bergantung dengan perjanjian yang ada pasca penjajahan Belanda yang terjadi di Indonesia dan menjanjikan untuk membentuk negara federal. 

Perjanjian itu menjamin otonomi untuk masing-masing negara yang ada di dalam federasi. Tetapi setelah perjanjian yang terjadi di bulan Desember 1949 itu dihapuskan, akhirnya mereka semua melaksanakan proklamasi kemerdekaan Republik Maluku Selatan yang diharapkan bisa mendirikan negara sendiri nantinya.

Walaupun berhasil untuk dikalahkan di tahun 1950, tetapi konflik itu masih ada sampai 1963. Bahkan gerakan ini membuat pemerintahan dalam pengasingan yang ada di Belanda tahun 1966. Pada saat itu John Wattilete menjadi Presiden untuk gerakan RMS ini sejak April 2010. 

Demikianlah pembahasan mengenai gerakan separatis yang ada di Indonesia. Semoga artikel ini bisa menambah pengetahuan mu dan pembaca lainnya.