October 16, 2021
pariwisata

Daftar Industri yang Terdampak Pandemi Covid-19

Penyebaran virus corona membawa dampak yang sangat besar untuk semua aspek. Khususnya pada bidang bisnis yang semuanya terancam bangkrut karena gelombang pademi kali ini.

Tidak sedikit bisnis yang bangkrut sebab tidak dapat bertahan oleh serangan virus corona yang tidak ada hentinya. Di Tengah ancaman virus corona masih menyebar ke seluruh dunia ini, terdapat beberapa bidang industri yang merasakan dampak dari pandemi Covid-19.

Kehadiran virus tersebut sanggup menghentikan beberapa jenis industri yang benar-benar tidak dapat berjalan, karena selain alur perekonomian masyarakat yang sedang stuck, adanya aturan WFH atau work from home menjadi salah satu alasannya.

Dengan kondisi seperti ini, tentu perekonomian sebuah industry tentunya akan mengalami penurunan yang drastis selama pandemi ini menyerang. Di Indonesia sendiri terdapat beberapa industri yang melakukan pemotongan gaji terhadap karyawan bahkan diantaranya tidak sedikit yang melakukan PHK secara terpaksa. Berikut beberapa industri yang ikut terdampak karena Covid-19.

1. Industri Pariwisata

Menurut riset serta bisa lihat sendiri di lapangan bahwa industri pariwisata merupakan salah satu industri yang terdampak paling signifikan karena pandemi corona. Hal ini sangat wajar, karena begitu banyak negara yang melakukan aturan lockdown yang dimana membuat bisnis pariwisata sendiri menjadi berhenti, sebab sekalipun dibuka pasti tidak ada yang mau berwisata.

Tidak cuma pariwisata skala internasional saja, melainkan di negara Indonesia pun mengalami penurunan yang drastis dari sektor pariwisata karena ikut terdampak oleh virus corona. Selain itu, virus corona membuat banyak hotel serta restoran mewah di Indonesia menjadi kosong.

Akibat kondisi tersebut, beberapa villa dan hotel di Pulau Bali serta Kota Batam meminta para karyawan mereka melakukan cuti. Jika diamati, sektor pariwisata merupakan industri yang paling terkena dampaknya karena pandemi, sebab di dalam pariwisata ini banyak yang bergantung hidup karenanya, mulai dari tukang parkir, penjaga tiket, petugas kebersihannya, warung disekitarnya, penjual oleh-oleh, hingga jasa-jasa lain yang semuanya terdampak karena Covid-19.

2. Industri Penerbangan

industri penerbangan

Setelah pariwisata, sektor maskapai penerbangan menjadi industri yang turut terkena imbas dari paparan virus corona, dan statistik menunjukan penurunan penumpangan sangat besar membuat beberapa maskapai merugi. 

Karena hantaman virus corona secara global, banyak maskapai penerbangan yang akhirnya mengurangi jadwal penerbangan internasional untuk menjalankan upaya menghentikan penyebaran virus yang sudah semakin meluas.

Maskapai Indonesia yakni Pt Citilink Indonesia sudah mengurangi jadwal penerbangan keluar negeri sesuai dengan kebijakan dari beberapa negara tujuan yakni Jeddah dan China. Walau bisnisnya terdampak Covid-19, Julianda selaku direktur utama Citilink tidak ada niatan untuk PHK para karyawan atau memotong gaji mereka.

Namun beberapa maskapai yang ada di Indonesia juga ada memilih untuk menutup operasi semenatara serta diantaranya ada yang terpaksa melakukan PHK ke karyawan yang bekerja dengan alasan pandemi virus corona agar bisa menghindari kerugian perusahaan.

3. Industri Manufaktur

Sektor Industri yang juga terkena dampak Covid-19 adalah industri manufaktur. Sektor ini juga mengalami dampak yang sangat besar karena virus corona. Dari beberapa sektor manufaktur, yang paling terdampak yakni manufaktur bidang otomotif.

Meski begitu, Perusahaan bidang tersebut tentunya akan hati-hati apabila ingin mengurangi karyawan atau PHK para pekerja. Karena, untuk mendapatkan SDM yang mampu bekerja terampil di sektor tersebut sangatlah susah, sekalipun ada belum tentu memiliki kualitas yang bagus sesuai yang dibutuhkan perusahaan.

4. UMKM

Sektor lain yakni UMKM, industri satu ini juga ikut terkena imbas dari paparan virus corona. Para pejuangan dan pelaku UMKM mengalami banyak kesulitan dalam berbisnis sejak kedatangan Covid-19 yang tanpa ampun.

Ikhsan Ingratubun selaku Ketua UMKM Indonesia menyebutkan bahwa omset dari UMKM sudah mengalami penurunan dari bulan Februari 2020. Lalu, di bulan Maret, ada beberapa UMKM yang sama sekali tidak memperoleh pendapatan sama sekali, bahkan diantara ada yang melakukan PHK terhadap para pekerja akibat dari serangan pandemi Covid-19.

5. Bisnis Kapal Pesiar

Dari dulu kejayaan bisnis kapal pesiar tidak pernah luntur, seakan tidak ada halangan yang membuat industri ini hancur, namun semua berbeda ketika datangnya gelombang pandemi yang menyebar secara global, yang akhir membuat industri tersebut tidak bisa berjalan.

Mengembalikan roda bisnis ini cukup berat sebab memiliki reputasi buruk yakni menjadi salah satu tempat terjadi penularan virus corona, yang membuat banyak wisatawan ragu dan takut untuk melakukannya.

Sektor ini pastinya akan mengalami banyak perubahan sesudah badai pandemi surut, berbagai protocol kesehatan akan semakin diperketat, selain itu penumpang juga jauh lebih sedikit serta rute nya pun menjadi lebih pendek, tidak hanya itu di kapal pesiar ini nantinya akan banyak dikerjakan oleh robot agar meminimalisir kontak tubuh antar manusia.

Visit: Bank Digital