Indonesia Kaya, Mengapa Banyak Hutang?

Indonesia Kaya, Mengapa Banyak Hutang

kknews.org – Sudah menjadi rahasia umum bahwa negara kita ini selain kaya akan sumber daya alam namun juga kaya akan hutang. Meski dikatakan sebagai negara yang kaya dengan alamnya yang melimpah, faktanya negara Indonesia juga memiliki banyak hutang.

Sebenarnya, Indonesia sebagai negara yang lahir tahun 1945 telah memiliki hutang dari masa pemerintahan kolonialis. Dikatakan dari masa merdeka, Indonesia sudah memiliki hutang yang diwarisi dari para penjajah berlanjut pada sama pemerintahan Presiden Sukarno hingga ke pemerintahan Presiden Joko Widodo. Secara nominal, pada tahun 1960 utang negara Indonesia berada pada angka Rp 21,25 triliun, hingga tahun 2019, tercatat akhir Februari 2019 utang negara Indonesia berada pada angka Rp 4.566,26 triliun yang meliputi pinjaman sebesar Rp 790,47 triliun dan surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 3.775,79 triliun.

Hutang Indonesia

Meski banyak cibiran bahwa hutang tersebut cukup memprihatinkan, pemerintah sendiri mengatakan bahwa rasio utang negara terhadap Produk Domestik Bruto atau PDB masih terbilang aman, yaitu sekitar 29 persen. Penuturan tersebut tentu tidak asal dikatakan. Menyangkut persoalan Negara, tentu pemerintah telah memikirkan secara matang.

Dalam persoalan hutang, pemerintah dihadapkan pada dua kenyataan yaitu melunasi hutang akan tetapi pembangunan negara akan melambat sedangkan menambah hutang dapat dipakai untuk mempercepat pembangunan Negara sejauh hutang masih dalam tahap aman dan dapat dipertanggungjawabkan. Dua pertimbangan ini tentu masing-masing memiliki kelemahan dan kelebihan. Dan dalam pelaksanaannya, pemerintah memilih untuk berhutang.

Untuk beberapa pihak, hal ini mungkin direspon secara negatif. Padahal ada banyak hal positif dari hutang diambil oleh Negara. Misalnya untuk mempercepat pembangunan Negara dalam sektor pembangunan jalan. Pemerintah berani mengambil keputusan menambah hutang karena hal ini bersangkutan dengan perkembangan Negara Indonesia. Apabila pemerintah menunggu hutang terlunasi tentu pembangunan tidak dapat dilakukan karena terbatas pada pendanaan sedangkan pembangunan Negara perlu dilakukan untuk menunjang ekonomi masyarakat.

Baca juga : Kereta Cepat Jalur Jakarta-Bandung Jadi Kereta Cepat Di ASEAN

Dengan memilih menambah hutang, pemerintah mempertimbangankan percepatan pembangunan yang nantinya akan berpengaruh pada penghasilan Negara. Penghasilan  bertambah dan kemampuan negara untuk membayar utang yang jatuh tempo di masa depan akan meningkat. Sedikit dari contoh yang ada yaitu pembangunan proyek MRT di Jakarta yang dikabarkan banyak menambah hutang Negara. Proyek tersebut diharapkan dapat berjalan lancar dan mampu mempercepat perputaran ekonomi di Jakarta. Ditambah lagi, ongkos dari MTR tersebut akan masuk ke sumber pendapatan baru untuk negara.

Jadi sebenarnya menambah hutang pada Negara tidaklah masalah apabila dana hutang tersebut dialokasikan dengan berbagai proyek pembangunan Negara yang mampu menunjang perkembangan ekonomi masyarakat yang berdampak pada pendapatan Negara. Dengan perencanaan dan pelaksanaan yang tepat, maka hutang Negara akan dapat dilunasi secara cepat dan tepat di masa mendatang.

 

shares