December 6, 2021
ngejot bali

Beberapa Tradisi Lebaran Di Beberapa Daerah Di Indonesia Yang Ditiadakan Akibat Wabah Corona

kknews.org – Indonesia adalah salah satu negara yang mengakui berbagai kepercayaan warga negaranya, sehingga terdiri atas berbagai agama dan kepercayaan. Salah satu agama yang memiliki umat terbanyak di Indonesia adalah Islam. Hari besar umat agama Islam yang diperingati di bulan Syawal adalah Hari Raya Idul Fitri. Hari besar tersebut disambut dan dirayakan dengan berbagai tradisi yang berbeda, tetapi tahun ini sedikit berbeda karena adanya wabah. Yuk intip di sini

Tradisi Hari Raya Idul Fitri di Indonesia yang Tahun ini Sedikit Berbeda

  1. Grebeg Syawal, Yogyakarta

Yogyakarta merupakan salah satu kota di Indonesia yang masih menganut sistem kesultanan, sehingga memiliki tradisi yang cukup kental. Tidak hanya itu, bahkan masih ada tradisi turun temurun yang dilakukan hingga saat ini. Salah satu tradisi yang masih dilakukan hingga zaman modern ini adalah grebeg syawal. Acara ini adalah sebuah pesta yang dilakukan oleh keluarga keraton untuk memperingati hari besar umat Islam, baik oleh keraton Yogyakarta maupun Surakarta.

grebeg syawal yogyakarta

Tradisi ini dilakukan pada 1 Syawal dengan membuat gunungan yang terbuat dari hasil bumi masyarakat Jogja, seperti sayur dan buah. Gunungan yang sudah dibuat tersebut diarak oleh pengawal lalu diperebutkan oleh warga. Uniknya, gunungan ini ada dua buah dan masing masing diberi nama Gunungan Kakung dan Putri. Simbol dari keduanya adalah sedekah yang dilakukan oleh Sultan kepada rakyatnya di hari yang fitri agar semuanya merasakan bahagia.

  1. Perang Topat, Lombok

Lain daerah, tentu memiliki tradisi yang berbeda pula seperti di pulau Lombok yang juga masih memegang erat tradisi lokal. Pada saat lebaran, mereka terbiasa melakukan perang yang tentu saja bukan makna sebenarnya. Perang Topat ini diadakan pada hari keenam di bulan Syawal dan dilakukan oleh para laki laki di daerah tersebut. Uniknya, mereka melakukan perang itu dengan rasa bahagia dan wajah yang tersenyum karena menjalankan tradisi turun temurun.

Perang dari suku Sasak ini dinamai Topat karena perang dilakukan dengan melempar ketupat yang menjadi simbol hari raya Idul Fitri di Indonesia. Ketupat lazimnya memang dibuat untuk memperingati hari besar umat muslim. Suku asli di Lombok ini sudah sejak lama menjalankan tradisi satu ini dengan ritual yang hampir sama dengan Jogja. Diawali dengan arak arak hasil bumi lalu dilanjutkan perang ketupat dengan cara melemparkan ketupat kepada lawannya.

Baca Juga : Lebih Dekat dengan Sosok Dokter Nyentrik, dr. Tirta Mandira Hudhi

  1. Ngejot, Bali

Sedikit bergeser ke pulau sebelahnya yang juga masih cukup kental budayanya dengan bukti masih banyak upacara adat. Pulau dewata menjadi salah satu pulau yang menunjukkan banyak agama tetapi dapat bersatu dan berusaha saling menghargai. Mayoritas penduduk bali memang memeluk agama Hindu, tetapi umat muslim juga memiliki tradisi yang masih dijaga hingga saat ini. Tradisi tersebut disebut Ngejot dan dilakukan pada saat perayaan hari besar Idul Fitri.

ngejot bali

Di hari kemenangan umat muslim tersebut, mereka membuat berbagai hidangan rumahan dan dibagikan kepada seluruh tetangganya. Tentu umat muslim di Bali ini tidak memandang agama dalam memberikan hidangan tersebut karena seluruh tetangga sekitar rumah mendapatkan makanan yang sama. Yang paling spesial dari tradisi ini adalah warga di pulau dewata dapat menjadi contoh bahwa Indonesia dapat melakukan toleransi antar umat beragama dan tetap bersatu.

  1. Tumbilotohe, Gorontalo

Berpindah ke pulau Sulawesi dengan kota yang menjadi pemecahan pada beberapa waktu lalu. Gorontalo mengisi deretan kota yang masih memegang teguh tradisi para nenek moyangnya. Tumbilotohe ini diadakan sejak 3 hari sebelum hari besar umat muslim tersebut dengan cara menghias kota Gorontalo, sehingga memiliki pemandangan yang unik. Setiap keluarga harus menyiapkan lampu hias sebanyak anggota keluarga dan memasang lampu minyak di halaman rumahnya.

  1. Makmeugang, Aceh

Berada di ujung pulau Sumatra, Aceh memiliki sebutan yang khas yaitu Serambi Mekah. Oleh karena itu, tidak heran jika hampir seluruh masyarakatnya memeluk agama Islam. Bahkan di kota tersebut masih memegang tradisi yang kental untuk umat muslim. Tentu rakyat Indonesia sudah tidak asing dengan berbagai tradisinya, salah satunya tradisi makmeugang atau meugang yang masih dijaga hingga saat ini untuk menyambut hari raya Idul Fitri.

makmeugang aceh

Jika beberapa kota memiliki tradisi yang cukup besar dengan mengadakan pesta rakyat besar besaran, Aceh memiliki tradisi unik. Berbeda dari yang lain, Makmeugang bukan diadakan untuk pesta, melainkan hanya berbondong bondong ke pasar untuk membeli daging. Daging ini dipakai sebagai bahan baku pembuatan hidangan di tanggal 1 bulan Syawal. Kamu dapat membuat berbagai hidangan sebagai hadiah karena berhasil berpuasa selama sebulan.

Beberapa tradisi di Indonesia masih dijaga hingga saat ini dan menariknya tidak tergerus zaman yang semakin canggih. Akan tetapi, lebaran di tahun 2020 ini cukup berbeda karena sedang terjadi wabah virus covid 19 yang membuat semua warga harus berdiam diri di rumah. Lima tradisi tersebut tidak dijalankan tahun ini karena dapat membuat penyebaran virus semakin tinggi. Virus ini disinyalir dapat menular jika berada dalam kerumunan.