May 10, 2021
tracking kasus positif corona

Strategi Pemerintah Indonesia Dalam Menghambat Penyebaran Covid-19

kknews.org – Merebak mulai awal tahun, makin hari penyebaran Covid-19 yang disebabkan oleh virus Corona di Indonesia semakin luas. Kota besar bahkan hingga daerah terpelosok pun dilaporkan sudah ada beberapa kasus positif Covid-19. Dengan itu, pemerintah terus berupaya selalu menemukan strategi yang paling efektif untuk mencegah penyebaran virus Corona. Lalu, strategi apa saja yang telah dijalankan oleh pemerintah? Yuk simak ulasannya disini.

4 Strategi Pemerintah Dalam Upaya Menghambat Penyebaran Covid-19

  1. Gerakan Masker Untuk Semua

Coronavirus adalah sekelompok besar virus yang bisa menyebabkan infeksi pada saluran pernapasan atas ringan hingga sedang, layaknya penyakit flu. Sedangkan Covid-19 merupakan novel Coronavirus atau sejenis virus baru, yang belum memiliki vaksin hingga saat ini. Dimana virus tersebut sebelumnya menjadi wabah di kota Wuhan, Tiongkok hingga kemudian mewabah hingga ke seluruh dunia.

gerakan masker untuk semua

Penyebaran virus Corona seperti virus lainnya, dari percikan air liur pengidap melalui batuk atau bersin, menyentuh tangan atau wajah orang yang terinfeksi, atau juga karena menyentuh mata, hidung, atau mulut setelah memegang benda yang terkena percikan air liur pengidap virus Corona. Sehingga salah satu anjuran yang diberikan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19 adalah dengan menggunakan masker.

Ada baiknya pada saat bepergian untuk selalu menggunakan masker, baik itu pada saat sakit ataupun tidak sakit. Pasalnya saat di keramaian, Anda pasti tidak mengetahui apakah orang orang disekitar tersebut telah terinfeksi virus Corona atau tidak. Sehingga sebagai tindakan pencegahan dan meminimalisir penyebaran virus, ada baiknya selalu kenakan masker pada saat di keramaian umum.

Masker bedah ataupun N95 adalah jenis masker yang paling dianjurkan. Akan tetapi keberadaan dua masker tersebut yang menjadi langka membuat pemerintah menganjurkan masyarakat untuk menggunakan masker kain. Dimana masker kain terbilang lebih efektif jika dibandingkan saat tidak menggunakan masker sama sekali. Namun perlu diingat, pakai masker hanya satu kali kemudian cuci dengan menggunakan detergen hingga bersih.

Baca Juga : Butuh Modal Pinjaman Untuk Usaha? Simak Syarat dan Ketentuannya

  1. Tracking Kasus Positif Corona

Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk mencegah penyebaran Covid-19 semakin meluas adalah dengan menggunakan rapit test, sebuah pemeriksaan awal yang digunakan mendeteksi adanya antibodi IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan virus Corona. Dengan kata lain, jika saat rapit test terdeteksi ada antibodi IgM dan IgG maka tubuh seseorang tersebut pernah terpapar atau dimasuki virus Corona.

tracking kasus positif corona

Sehingga bisa dikatakan bahwa rapit test hanyalah pemeriksaan penyaringan, bukan pemeriksaan untuk mendiagnosis infeksi virus Corona. Pasalnya hingga kini tes yang dapat digunakan untuk memastikan seseorang positif Covid-19 hanyalah dengan pemeriksaan Polymerase Chain Reaction (PCR). Perlu diketahui, saat ini pemerintah tengah gencar melakukan rapit test di berbagai daerah.

Pada saat di suatu daerah terdapat kasus positif Covid-19, maka akan dilakukan penelusuran kontak atau tracking dengan menggunakan rapit test. Dimana rapit test tersebut akan dilakukan kepada orang orang terdekat, seperti tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 tersebut juga masyarakat di daerah yang ditemukan kasus positif virus Corona paling banyak. Sehingga rantai penyebaran virus Corona di suatu tempat dapat diputuskan.

  1. Edukasi dan Penyiapan Isolasi Mandiri

Hingga kini masih banyak masyarakat yang belum paham dan mengerti dengan benar apa itu virus Corona dan bagaimana cara pencegahan yang perlu dilakukan. Oleh itu, edukasi sangat penting untuk dilakukan kepada masyarakat. Terutama bagi mereka yang tidak bisa mengakses informasi melalui internet. Selain itu, setelah adanya rapit test yang dilakukan maka masyarakat dianjurkan untuk melakukan isolasi mandiri.

isolasi mandiri

Saat hasil rapit test menunjukkan positif atau negatif namun memiliki gejala Covid-19, maka sebaiknya melakukan isolasi diri. Dimana isolasi mandiri tersebut bisa dilakukan secara individu atau per kelompok yang bisa dipelopori oleh beberapa kelompok. Sehingga untuk mereka yang mendapatkan hasil rapit test positif dapat ditangani dengan baik tanpa ada stigma dan upaya pengucilan dari masyarakat.

Nantinya dari individu atau kelompok isolasi tersebut akan dilakukan rapit test ulang. Saat hasil dinyatakan positif atau keluhan gejala menjadi memburuk, maka orang tersebut perlu untuk dilakukan pengecekan anti gen dengan metode PCR agar pemeriksaan menjadi lebih efektif. Karena tes PCR dilakukan dengan proses skrining yang terarah, sehingga persentase hasil positif dari tes tersebut relatif tinggi.

  1. Isolasi Rumah Sakit

Pada saat isolasi mandiri sudah tidak mampu untuk dilaksanakan lagi, maka pasien tersebut perlu diberikan layanan defensif di rumah sakit termasuk isolasi di RS darurat baik itu di Wisma Atlet atau Pulau Galang. Di rumah sakit rujukan tersebut, yang memiliki gejala Covid-19 dengan keluhan sedang hingga berat akan mendapatkan penanganan khusus dan alat bantu spesifik seperti ventilator.

Itulah beberapa strategi yang dilakukan oleh pemerintah guna memutus rantai penyebaran virus Corona. Namun, ujung tombak strategi yang dilakukan pemerintah adalah masyarakat Indonesia sendiri. pasalnya pondasi utama dari pencegahan tersebut adalah masyarakat yang taat menggunakan masker serta sering cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir.